Kenangan Indah?

Kenangan itu indah saat tak hanya menjadi kenangan, tapi tetap berlangsung hingga hari ini syukur-syukur esok hari

Ada orang yang bangga pernah mengalami kenangan yang menyenangkan atau membanggakan. Tapi pertanyaannya keadaan sekarang bagaimana? Masihkah menyenangkan atau membanggakan?

Kadang seseorang terlalu membagakan atau hanyut kebahagiaan yang telah berlalu sampai melupakan memperbaiki keadaan yang sekarang, memperjuangkan kebahagiaan dan kebanggann itu tetap ada. Yah… boleh dikatakan “meraih lebih mudah dari pada mempertahankan”

Iklan

PINDAH

Gambar

Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya….. Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan.

aku jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, aku gak perlu menjadi manusia super. aku hanya perlu menjadi manusia yang berani pindah.

Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan. Bagaimana kita pindah dari satu hati ke hati lain. Kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang, kadang bahkan kita memaksa orang tersebut untuk pindah. Ujung-ujungnya sama : kita harus bisa maju, meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong.

Andaikan di Indonesia beredar motor sport berbagasi….

yah… banyak konsumen motor di Indonesia menggunakan motor bebek karena lebih fleksible jika membawa barang. Tapi bagi kaum maskulin rider pake motor bebek sungguh menurunkan gengsi. Hingga beredarklah bagasi motor tempel seperti ini

GambarNamun kelemahannya bagasi tempel akan memberi beban yang tak seimbang dan bisa lebih parah lagi bisa membuat cacat rangka karena beban di belakang, apalagi kalo sampai seperti ini 

 Gambar

Sangat didambakan motor sport yang punya bagasi di bawah jok. Selain lebih tetap enak dipandang karena tidak ada embel-embel juga titik berat ada di tengah motor. Sudah ada yang mengeluarkan tapi itu untuk motor besar.

GambarGambar

Andaikan motor-motor itu juga djual dengan harga terjangkau disini atau produsen mau mendesain motor dengan cc rendah seperti itu tentu akan laris oleh “Maskulin Rider” yang suka belanja atau yang rajin jemput pacarnya untuk membawa safety helm 🙂

Kapan harus memberi?

Banyak tuntunan baik itu agama, norma, tradisi dan lainnya mengajarkan untuk memberi. ” Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah”. Atau dalam salahsatu adegan laskar pelangi di katakan “hidup itu banyak-banyaklah memberi bukan menerima sebanyak-banyaknya”.

Apakah itu selamanya benar? iya, tidak selamanya benar. Misal jika yang diberi merasa direndahkan pemberian itu. Memberi juga bisa berakibat buruk pada orang yang diberi seperti membentuk mental yang lemah, merasa diri harus terus dikasihani dan terus diberi. Sehingga sampai kapanpun dia mengharap pemberian tanpa berusaha. 

Yang juga perlu diperhatikan bagi kita yang memberi jangan sampai memberi karena biar dianggap mampu, jangan mentang-mentang kita mampu kita merendahkan orang dengan memberi. Jadi alangkah sebaiknya memberi itu tidak diketahui, “jika tangan kanan memberi tangan kiri tidak tahu”. Intinya mari belajar mencari moment kapan harus memberi?Gambar

Bernafas untuk-Nya bukan untuknya

Semoga besok Mawar memaafkan Marwan

Semoga ada waktu untukmu memaafkanku

Malam ini aku tak ingin untuk mengingatmu lagi

Aku tak ingin mengatakan hidup harus selalu indah

Aku Cuma ingin mengatakan tetaplah tersenyum

 

Yang kuingat adalah caramu

Yang dapat membuatku tak ingin tertidur walau malam tiba

Namun aku sadarkebencianmu masih lebih besar dari pada kangenku

 

Aku tak pernah berpikir akan terus menyayangimu

Namun malam yang selarut ini

Membuatmu menjadi landasan hatiku lagi

Dan kamu tak harus memahami hal ini…

 

Kurasa saat ini tak akan kembali cah ayu

Aku tak pernah menyesal melewatinya

Kita dapat merancang saat yang akan datang

Dan kamu hanya perlu mengerti

Tak harus berpikir aku menunggumu berkata,

“assalamu’alaikum” atau sekedar, “hai mas” 😛

 

Ya…

Kamu tak harus berpikir mulai menerimaku

Hanya perlu dengarlah yang perlu di dengar

Tersenyumlah pada segala nikmat

Karena Dia memberi lebih banyak dari yang kita minta

Mencipta tidak untuk melihat muka masam…

Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa siyamakum, cah ayu…..

Ditta Alfianto,25 Agustus 2012

Kulon Progo

sent to editor@jawapos.co.id at august 25, 2012 .. 11.03 AM

Hasil Renungan Mudik 1433 H

Gambar

Sampai suatu saat pohon terakhir ditebang dan sungai mengalirkan tetes terakhirnya manusia baru akan sadar hidup bukan hanya untuk uang. Mudik lebaran tahun 1433 H membuatku sadar akan kata-kata itu. Hidup di pedalaman gedung Surabaya berganti gemerlapnya hijau dedaunan kota sejuk Wates.

Di sini paru-paru terasa ringan menghirup udara yang kaya akan oksigen yang memang itu yang diperlukan tubuh, tidak seperti di jalanan Ahmad Yani, Diponegoro. Seakan hidung ini harus berebut udara dengan mesin kendaraan dan mesin industry untuk bertahan hidup. Yah, memang hidup itu ada saatnya berebut, dan kota adalah surga para penggemar kompetisi. Yang kuat yang menang, bukan yang banyak karena semakin banyak semakin kecil bagian. Tapi di sini berlaku “kamu terima aku beri, aku beri aku terima”. Guyup rukun toto tentrem kertoraharjo. Kapan bisa melewati waktu tanpa berebut di sini? Hanya kenangan kita saja yang ada di ingatan sebagai jawaban. Tapi aku tak menyesali kenangan itu, aku bangga melewatinya, bukankah kita bisa merangkai masa depan, aku sedang menunggumu siap untuk saat itu…….