Memakai Jas & Sepatu = Menunjukkan Kita Bangsa yang Latah

Di dunia kerja tampil rapi dan keren merupakan tuntutan di banyak perusahaan. Tampil dengan hem masuk, sepatu, celana panjang, dan kadang pakai jas. Entah si pemakai mengerti atau tidak fungsi sebenarnya sepatu dan jas tersebut.

charlie chaplin 122nd birthday by cool images (2) Charlie Chaplin, Tokoh gelandangan di negara barat juga pakai jas dan sepatu

Sebenarnya memakai sepatu dan jas merupakan budaya barat untuk menahan dingin. Jas yang sebenarnya merupakan pakaian rangkap setelah memakai hem, dipakai jika keluar ruangan mengingat di dunia barat suhu udara dingin, sedangkan kalau di dalam ruangan mereka biasanya menghidupkan perapian. Sepatu juga begitu, di sana kadang malah turun salju sehingga diperlukan pelindung kaki yang lebih tebal agar terlindung dari dingin. Jadi tidak heran jas dan sepatu juga dipakai oleh pengemis di sana.

Pada perkembangannya banyak orang Asia yang menuntut ilmu ke negara-negara barat, dan setelah pulang selain mengimport pengetahuan ternyata juga membawa budaya ber jas dan bersepatu tersebut sehingga ditularkan pada murid-murid mereka. Padahal jas dan sepatu sebenarnya tidak cocok dengan iklim kita yang panas, buktinya pakai jas tapi juga pakai pendingin udara. Lebih sadis lagi sudah panas pakai sepatu tertutup timbulah kaki berkeringat akhirnya menimbulkan bau tidak sedap saat lepas sepatu.

Kita telah tidak sadar, meniru tapi salah kaprah. Gunakan jika memang perlu, kalu tidak perlu tapi masih digunakan namanya……?

Iklan

5 thoughts on “Memakai Jas & Sepatu = Menunjukkan Kita Bangsa yang Latah

  1. ardiantoyugo berkata:

    pakai jas cuman terpaksa… gara gara sekolahan…
    pakai sepatu…?? gara gara naik motor… coba udah punya chevy trailblazer… pasti sendal jepit…

    • dalfto berkata:

      kan di atas ditulis pada penutupan “….Gunakan jika memang perlu,….”. Artinya memakai jas atau sepatu bukan salah tapi pikirkan perlu atau tidak? kalau misal untuk keamanan ya itu termasuk yang perlu. tapi walaupun sebagai pengaman, kan salah jika memakai sabuk pengaman saat mengendarai Bajaj Pulsar 180 DTSi 😀
      Begitu maksud saya

  2. Red berkata:

    sudah jadi keniscayaan. bangsa2 yang “memenangkan” sejarah mampu menyebarkan kultur peradaban mereka melampaui batas-batas wilayah negara. dan budaya memakai dasi dan jas memang sudah menjadi budaya yang diikuti. mau melawan? bisa aja.

    ciptakan lapangan kerja sendiri dan aturan berpakaian sendiri pda karyawan. saya sendiri berwirausaha, kemana2 termasuk ketemu client hanya pake sandal jepit. dia gak suka, silahkan minggat. yang penting dia beli jasa profesional saya bukan penampilan saya :mrgreen:

    • dalfto berkata:

      itu sudah saya lakukan mas bro, saya selalu memakai sandal. Di rumah tidak ada sepatu karena tidak pernah beli sepatu. Saya ketemu client dari perusahaan nasional dan multinasional tidak pernah memakai sepatu, begitu juga bertemu supplyer dari negara manapun. Malah pernah ada yang saya temui dengan memakai sarung karena abis sholat Dhuhur, mereka enjoy aja. Di dunia bisnis yang penting saling menguntungkan bukan saling mengagumkan 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s